1.      Deskripsi Matakuliah

Manajemen Mutu Pendidikan telah menjadi perhatian publik yang menunjukkan betapa pentingnya akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan. Demikian pula di Indonesia. Kebijakan pembangunan pendidikan nasional sebagaimana digariskan dalam Rencana Strategis    diarahkan pada upaya mewujudkan daya saing, pencitraan publik, dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan. Tolok ukur efektivitas implementasi kebijakan tersebut dilihat dari ketercapaian indikator-indikator mutu penyelenggaraan pendidikan yang telah ditetapkan BNSP dalam delapan (8) standar nasional pendidikan (SNP). Tidak dipungkiri bahwa upaya strategis jangka panjang untuk mewujudkannya menuntut satu sistem manajemen  mutu yang mendukung upaya penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan, yang dapat membangun kerjasama dan kolaborasi diantara berbagai institusi yang terkait dalam satu keterpaduan jaringan kerja nasional. Dengan kata lain diperlukan pengembangan sistem penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. Tata kerja yang dibangun mengisyaratkan adanya serangkaian proses dan prosedur  untuk mengumpulkan, menganalisa dan  melaporkan data mengenai kinerja  tenaga pendidik dan kependidikan, program dan lembaga.  Proses penjaminan mutu mengidentifikasi aspek  pencapaian dan prioritas peningkatan, menyediakan data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan serta membantu membangun budaya peningkatan berkelanjutan. Pencapaian mutu pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah dikaji berdasarkan  Standar Nasional Pendidikan , sekalipun rujukkan standar mutu banyak dikaji dalam perspektif universal-kontekstual. Empat hal penting yang perlu dilakukan dalam  penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, yaitu : (1) Pengkajian mutu pendidikan, (2) Analisis dan pelaporan mutu pendidikan, (3) Peningkatan mutu pendidikan,  dan (4) Penumbuhan budaya peningkatan mutu berkelanjutan.  Sistem penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di Indonesia beroperasi dalam suatu sistem manajemen pendidikan dan pemerintahan yang mendelegasikan sebagian besar tanggung jawab implementasinya kepada propinsi, kabupaten, yayasan dan satuan pendidikan.



1.      Deskripsi Matakuliah

Mata kuliah ini mengkaji konsep administrasi dan supervisi pendidikan dan implementasi supervisi pada satuan pendidikan. Dalam mata kuliah ini mengkaji supervisi sebagai salah satu unsur pengembang sumber daya Pendidikan,kompetensi supervisor, efektivitas pelaksanaan supervise, supervisi dan penelitian dansupervision for successful schools.

1.      Deskripsi Matakuliah

Mata kuliah ini mengasumsikan bahwa kesuksesan penyelenggaraan (organisasi) pendidikan sangat bergantung pada kekuatan konsep akademik dan teori-teori organisasi yang digunakannya atau yang dianut. Pentingnya penguasaan arti dan fungsi teori, serta teori-teori organisasi yang berkembang merupakan tuntutan dalam praktek profesional penyelenggaraan (organisasi) pendidikan. Keperluan mengidentifikasi masalah-masalah teoritik, perspektif historis, keutuhan dan elaborasi konsep yang disertai justifikasi fenomena empirik, kajian teori-teori organisasi akan difokuskan pada:  (a) Teori Organisasi Klasik, (b)  Teori Organisasi NeoKlasik, (c) Teori Organisasi Sumber Daya Manusia, (d) Teori Organisasi Struktural Modern, (e) Teori Organisasi Sistem dan Kontinjensi, (f) Teori Organisasi Kekuasaan dan Politik, dan (g) Teori Budaya Dalam Organisasi. Selain itu, dari setiap teori organisasi yang  dibahas didiskusikan implikasi-implikasi yang luas terhadap praktek manajemen pendidikan nasional sehingga dapat diperoleh (a) pemahaman tentang prinsip-prinsip pengembangan manajemen pendidikan yang lebih komprehensif, efektif dan produktif, serta (b) munculnya gagasan-gagasan inovatif yang berguna untuk dipertimbangkan dalam menyelesaikan masalah-masalah manajemen pendidikan yang dihadapi.